Indonesian Cinematographers Society (ICS) merupakan asosiasi profesi sinematografer dalam ekosistem perfilman Indonesia yang diresmikan pada 7 Januari 2014. Asosiasi ini berdiri dengan nama Sinematografer Indonesia (SI), namun, pada 2017 diputuskan mengubah nama menjadi Indonesian Cinematographers Society (ICS). 

Asosiasi ini diharapkan mampu :
1. Mengembangkan ilmu pengetahuan, seni dan teknologi gambar bergerak.
2. Memberikan perlindungan dan menjaga profesionalitas pekerja dalam departemen sinematografi. 
3. Menjaga kualitas seni dan teknologi gambar bergerak dalam ekosistem perfilman Indonesia.
‘Komitmen-Progres-Keterampilan’ merupakan jargon dari asosiasi ini. 

Asosiasi ini telah lama menjadi cita-cita para sinematografer Indonesia terdahulu – sebut saja sosok-sosok kunci seperti Soetomo Gandasoebrata, George Kamarullah, M. Soleh Ruslani dan Sri Atmo. Hingga akhirnya pembentukan apa yang dicitacitakan tersebut resmi terjadi pada 7 Januari 2014. Berpusat di Gedung Perfilman Haji Usmar Ismail – Rapat Umum Anggota Sinematografer Indonesia (RUA-SI) dihadiri lebih dari 70 anggota dan 40 undangan. Melalui RUA-SI ini terpilihlah tujuh presidium periode kepengurusan 2014 s/d 2017 – mereka diantaranya Agni Ariatama, Arief R Pribadi, Arya Tedja, Gunnar Nimpuno, Roy Lolang, Sidi Saleh dan Surajudin Datau. 

Terdapat sejumlah program yang berjalan pada masa kepengurusan SI/ICS di masa kepengurusan 2014 s/d 2017, salah satunya Wedangan. Wedangan merupakan program pemutaran film bulanan yang diperkaya dengan diskusi bersama sinematografer dari film terkait. Diantaranya The Killers (bersama Gunnar Nimpuno), GIE (bersama Yudi Datau), Laura dan Marsha (bersama Roy Lolang), Dilema (bersama Yudi Datau). Selain itu, pada ulang tahun asosiasi yang pertama ‘SATU TAHUN SINEMATOGRAFER INDONESIA’ – dibuat beberapa rangkaian acara bertempat di Gedung Film Lt.2 MT Haryono. Rangkaian acara tersebut diperkaya dengan seminar ‘Batas memberi bentuk pada apa yang tidak terbatas’ oleh Arief R. Pribadi dan ‘Memotret Wajah Tuhan’ oleh Nur Hidayat. Selain itu, adapula presentasi pemaparan SKKNI bagi para anggota. 

Memasuki kepengurusan 2019 s/d 2021 – Indonesian Cinematographer Society kini dilanjutkan dengan beberapa anggota aktif di masa kepengurusan sebelumnya. Pada kepengurusan periode ini – ICS telah memiliki rumah asosiasi di Jl. Kalibata Tengah No. 30. Terdapat sejumlah program baru yang diusung diantaranya Frame by Frame – sebuah program bedah sinematografi dari sebuah film bersama sinematografer film terkait.